Pakar Minta Kebijakan Jokowi untuk Pelonggaran Masker Ditinjau Ulang, Ini Alasannya

- Jumat, 24 Juni 2022 | 11:38 WIB
Jaga Jarak dan Pakai Masker untuk Memutur Rantai Penularan Covid-19. (Kabar Banten - Pikiran Rakyat)
Jaga Jarak dan Pakai Masker untuk Memutur Rantai Penularan Covid-19. (Kabar Banten - Pikiran Rakyat)

HALLO PURWASUKA, JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyarankan kebijakan pelonggaran masker, yakni dapat lepas masker di ruang terbuka, ditinjau ulang. Hal itu disampaikan Dicky saat membahas kenaikan kasus Covid-19 di DKI Jakarta.


"Kita perlu melakukan upaya yang mengedukasi atau memberikan pemahaman kepada publik bahwa ini situasi masih pandemi, dalam bentuk misalnya adanya aturan," kata Dicky kepada wartawan, Jumat 24 Juni 2022.

"Seperti misalnya, oke di dalam ruangan jelas pake masker. Tapi di luar ruangan itu harus ditinjau ulang, karena sekali lagi bukan tanpa potensi bahaya, ada," imbuh dia.

Dia mengatakan jika peninjauan kebijakan menunggu kasus Covid-19 meledak lagi, maka artinya tak ada strategi dalam mengendalikan kasus Covid-19. Dia menyebut inti dari kesehatan masyarakat adalah langkah pencegahan.

Baca Juga: Agum Gumelar Heran Ada Purnawirawan TNI Bercelana Cingkrang dan Berjenggot

"Kalau namanya menunggu meledak itu bukan strategi kesehatan masyarakat namanya. Inti dari strategi kesehatan masyarakat adalah melakukan intervensi yang awal. Jadi proaktif respons namanya dan itu yang akan menyelamatkan banyak nyawa," jelas dia.

Dia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan. Menurut Dicky upaya komunikasi soal risiko mengabaikan protokol kesehatan masih kurang.


"Saat ini harus ada... bukan masalah pengetatannya, tetapi melakukan strategi komunikasi risiko yang memadai. Sehingga masyarakat itu terbangun kewaspadaannya, ini yang masih kurang," tutur dia.

Dicky pun menyoroti sebagian warga sudah lupa pentingnya terus memakai masker di berbagai situasi dan keadaan. "Karena kita melihat sebagian masyarakat kita melupakan aspek pentingnya terus menjaga atau konsistensi dari pemakaian masker meskipun di luar ruangan," tutur dia.

"Apalagi kemampuan masyarakat untuk menilai kapan, dimana, dengan siapa dia bisa melepas masker itu kan masih belum bisa kita sebut memadai dan itu yang penting dalam era transisi," sambung dia.

Halaman:

Editor: Yudi Aulia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X